Harlah Ke-94 NU di Lokasi Klinik MWC Limpung

Ketua Tanfidziyah MWC NU Limpung (KH. Syaechu Rozi-Kanan) bersama Kasatkoryon BANSER Limpung (H. Indiharto-Kiri) yang berada di lokasi tanah klinik rawat INAP

LIMPUNG- Peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) Ke-94 Nahdlatul Ulama Batang akan digelar di lokasi pembangunan Klinik Rawat Inap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Limpung. Kiai Ahmad Syaicur Rozi, ketua MWC NU Limpung, Batang, mengungkapkan hal itu, kemarin.

”Insya Allah pada Minggu (1/4) di lokasi pembangunan Klinik Rawat Inap MWC NU Limpung, kami menggelar Harlah Ke-94 NU. Di sana kami adakan pengajian akbar yang merupakan rangkaian kegiatan penggalangan dana bakti sosial,” ujarnya. Imam Masjid Jami Nurul Huda Limpung itu mengemukakan, selain pengajian umum juga berlangsung penggalangan dana dengan menggelar beberapa kegiatan.

Antara lain Baksos Motor Trabas se Jateng dan Offroad se- Jateng dengan tema ”Jeguran Alas Sinambi Amal” (Bermain-main di Dalam Hutan sembari Beramal-red). ”Trabas dan offroad itu kami buat se-enjoy mungkin, sehingga peserta benar-benar menikmatinya. Semoga para peserta menikmati kegiatan sambil beramal untuk pembangunan Klinik Rawat Inap MWC Limpung.”

Laga Amal
Selain itu, Panitia Harlah Ke-94 NU juga menggelar laga amal Persibat vs PS Temanggung. Pihaknya manfaatkan semua potensi warga NU agar ikut mendukung pembangunan Klinik Rawat Inap MWC Limpung. ”Kami berusaha menggalang donasi dari semua warga NU agar citacita mendirikan klinik rawat inap MWC NU Limpung yang megah dan berlantai lima bisa terwujud. Sebab, semua nanti juga untuk membantu warga NU, terutama dari kalangan tidak mampu,” tandasnya.

Tujuan pendirian klinik murni untuk meringankan beban biaya pengobatan khusus bagi masyarakat kelas bawah. ”Misi pendirian klinik rawat inap ini murni sosial. Jadi siapa pun, tak hanya warga NU, boleh memanfaatkan fasilitas di klinik untuk pengobatan rawat jalan hingga rawat inap.” Seperti diberitakan, MWC NU Limpung berencana membuat mendirikan Klinik Rawat Inap MWC Limpung di Desa Donorojo. Tujuannya, murni untuk meringankan beban biaya pengobatan khusus bagi masyarakat kelas bawah.

Menurut Kiai Ahmad Syaicur Rozi, Ketua MWC NU Limpung, Batang, ide pendirian klinik rawat inap itu ternyata mendapat respons positif dari sejumlah kalanga baik para pengusaha maupun warga NU lainnya secara pribadi. Salah satunya adalah Sayono, pengusaha toko bangunan di Limpung yang kemudian mewakafkan tanah seluas 3.600 meter persegi di Desa Donorojo untuk pembangunan klinik. Ada pengusaha lain yang meminjamkan eksavator untuk meratakan tanah wakaf yang merupakan lokasi pendirian klinik.(D6-47)

Sumber Suara Merdeka
Share on Google Plus

About khoirul ibad

0 comments:

Total Tayangan